Koalisi Presbyterian melalui Sejarah

Koalisi Presbyterian melalui Sejarah

Koalisi Presbyterian melalui Sejarah – Seperti sejarah dunia berjalan, yang akan keluar dari masa lalu sebagai salah satu koalisi paling signifikan adalah Presbyterian. Koalisi ini adalah bagian dari Protestan yang berakar pada Katekismus 1647 dan juga Westminster Confession of Faith. Koalisi ini adalah kontroversi saat ini, apakah itu hal yang baik atau yang berdosa.

• Koalisi Presbiterian Melewati Sejarah
Koalisi ini muncul sebagai sistem pemerintahan gereja yang memiliki majelis perwakilannya sendiri yang disebut presbiteri. Pada awal masanya, koalisi Presbyterian adalah oposisi dari sistem episkopal atau jemaat yang diatur oleh para uskup. Meskipun kontroversial, koalisi Presbyterian dapat melewati sejarah dan membangun kepemimpinan mereka sendiri dan bahkan mereka memiliki beberapa misi seperti pendidikan dan amal.

Dalam proses pembentukan dan pengembangan mereka, mereka juga menghadapi konflik internal yang perlu diperbaiki. Ini membutuhkan proses yang panjang, bahkan bertahun-tahun, tidak seperti agen bola terpercaya yang cepat dalam melakukan pemeliharaan situs mereka sehingga para membernya dapat dengan mudah mengakses dan bermain judi online dimana pun dan kapanpun yang mereka inginkan. Proses yang panjang itu membuat gereja Presbiterian lebih kuat tetapi juga terpecah menjadi beberapa denominasi gereja yang lebih kecil dengan ide yang sedikit berbeda.

• Presbiterian di AS dan Dunia
Koalisi Presbiterian bukan satu-satunya koalisi gereja di dunia saat ini, tetapi koalisi itu mendominasi Amerika pada masa Perang Revolusi. Percaya atau tidak, gereja Presbiterian memiliki pengaruh dalam penulisan konstitusi nasional dan negara bagian di AS. Tidak hanya itu, sejarah mencatat bahwa Presbyterian juga menyebarkan denominasi ke bagian lain dunia dan juga membela beberapa masalah sosial.

Gereja Presbyterian ini pasti berdampak, begitu juga taruhan online yang memberikan dampak yang baik pada aspek ekonomi pemain. Efeknya sangat kuat; oleh karena itu beberapa orang percaya bahwa koalisi ini masih memiliki cakar pada beberapa otoritas tinggi yang memiliki kekuatan untuk memerintah dunia.

Ulama Aceh Buat Fatwa Soal Judi Online, Ini Bunyinya

Ulama Aceh Buat Fatwa Soal Judi Online, Ini Bunyinya

Tren permainan judi online tampaknya masih belum bisa terselesaikan secara tuntas di Indonesia. Meski pemerintah telah melakukan pemblokiran terhadap sejumlah situs yang diduga situs judi online, masyarakat masih tak menghiraukan hal tersebut dan berupaya mencari celah agar tetap bisa bermain. Berita terbaru, ulama Aceh turun tangan menangani hal ini dengan membuat fatwa soal judi online.

– MPU Aceh Mengeluarkan Fatwa Haram Bermain Judi Online Pada Tahun 2016
Majelis Persmusyawaratan Ulama Aceh dilaporkan telah secara resmi mengumukan Fatwa terkait judi online yang tercantum pada Fatwa MPU Aceh Nomor 1 tahun 2016. Fatwa ini resmi dibubuhi tanda tangan Plt Ketua MPU Aceh, Alm Prof Dr Tgk H Muslim Ibrahim bersama dengan Tgk H Faisal Ali selaku wakil ketua organisasi tersebut. Hal ini sebagai bentuk kepedulian MPU Aceh terhadap semakin merebaknya game online.

Akhir-akhir ini, beberapa permainan domino online kembali ramai dimainkan oleh pemain dengan berbagai usia. Pemainan itu tidak jarang mewajibkan pemain untuk memiliki “koin emas” yang harus dibeli dengan merogoh kocek pribadi. Miris untuk mengetahui hal ini, MPU Aceh kembali mengingatkan masyarakat Aceh untuk tidak bermain judi online.

– Isi Fatwa Haram Bermain Judi Online oleh MPU Aceh

Fatwa haram bermain judi online yang dirilis oleh MPU Aceh terdiri dari tiga ayat. Ayat pertama menyatakan bahwa judi online merupakan sebuah permainan pasang taruhan. Taruhan ini bisa berbentuk uang atau yang lainnya dan dilakukan secara online lewat internet atau alternatif lain seperti media sosial. Ayat kedua menyatakan bahwa permainan judi yang dimainkan secara online ini haram, hingga rakyat tidak diperkenankan memainkannya.
Fatwa haram bermain judi online ditutup dengan ayat ketiga yang menyatakan bahwa baik pemerintah maupun masyarakat memiliki kewajiban untuk memberantas perjudian dalam segala bentuknya. Dari ketiga ayat yang tercatat di fatwa tersebut, jelas bahwa judi adalah tindakan haram, dan baik pemerintah maupun masyarakat harus berperan aktif dalam mengatasi tren judi online dan dampak yang ditimbulkan.

Baca juga : 5 Fakta Seputar Gereja Presbiterian Protestan yang Harus Diketahui

– Tausiah MPU Aceh Disisipkan

Sebelum menutup fatwa tersebut, MPU Aaceh menyisipkan lima tausiah bagi umat Islam di Aceh. Tausiah pertama yaitu pemerintah diharapkan agar mengadakan sosialisasi lebih sering apa saja bentuk dan efek negatif dari bermain judi online. Tausiah kedua yaitu pemerintah disarankan agar bisa menambah sistem pengawasan yang ditujukan pada masyarakat tentang penggunaan internet.

Tausiah ketiga menyampaikan bahwa pemerintah harus memberi sanksi tegas pada pihak terlibat judi online. Tausiah keempat yaitu pemerintah diharapkan segera blokir seluruh situs yang berhubungan dengan pornografi dan situs judi online. Tausiah kelima yang menjadi penutup mengajak masyarakat untuk dapat ambil peran dengan cara ikut memberikan pengawasan juga segera melaporkan kegiatan yang berbau perjudian kepada pihak berwajib.

Dengan dikeluarkannya fatwa haram judi online, MPU Aceh berharap hal ini dapat membantu meningkatkan kesadaran para pemain aktif tentang bahayanya bermain judi online. Selain dilarang agama, bermain judi online memberikan dampak buruk, tidak hanya bagi diri sendiri tapi juga orang di sekitar.

Baca juga : Penampakan Yesus Paling Nyata dan Menggemparkan Dunia

5 Fakta Seputar Gereja Presbiterian Protestan yang Harus Diketahui

5 Fakta Seputar Gereja Presbiterian Protestan yang Harus Diketahui

Gereja Protestan merupakan salah satu gereja yang muncul dari sebuah gerakan refromasi di abad 16 yang berlangsung di Eropa Barat. Seperti yang diketahui, gereja Protestan ini memiliki banyak denominasi yang bervariasi. Salah satu yang mungkin belum banyak dikenal oleh masyarakat luas adalah Gereja Prebiterian. Gereja yang dalam bahasa inggris bernama Presbyterian Church ini akan banyak ditemukan di beberapa negara yang merupakan bekas penjajahan dari Koloni Inggris, misalnya Australia, India, Selandia Baru dan Amerika Serikat. Selain itu beberapa negara yang memiliki pengaruh kuat dari Amerika Serikat ini juga akan banyak ditemukan Gereja Prebiterian, misalnya di Filipian serta Korea Selatan.

Nah, bagi yang ingin mengetahui lebih dalam soal Gereja Prebiterian protestan ini silahkan simak beberapa fakta menariknya terlebih dahulu:

1. Dasar Ajaran dan Doktrin dari Yohanes Calvin
Fakta pertama yang harus diketahui dari Gereja Prebiterian ini adalah mengenai dasar ajaran dan juga doktrinnya yang berasal dari Yohanes Calvin. Calvin merupakan seorang reformator yang berasal dari Negara Prancis. Ia memiliki banyak sekali murid dan salah satunya adalah John Knox yang pada akhirnya menyebabkan di Skotlandia muncul kelambagaan Gereja Prebiterian tersebut yang pada akhirnya bikin gereja ini akan ditemukan negara –negara yang adalah bekas dari Inggris koloni seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Walaupun memang sedari dulu dasar utama dari Gereja Prebiterian ini adalah Calvinisme, tetapi banyak dari gereja ini di masa kini yang tak terlalu pusing atau mengangap penting dasar tersebut.

2. Ajaran Keselamatannya Menggunakan Doktrin Predestinasi
Setiap gereja memang mengajarkan ajaran akan keselamatan. Pada Gereja Prebiterian ini ajaran keselamatannya mempergunakan doktrin predestinasi. Ajaran ini sering dianggap sebagai salah satu ciri khas ajaran Yohanes Calvin. Dalam ajaran Predestinasi ini menyatakan bahwa orang-orang yang akan diselamatkan oleh Allah telah ditetapkan, bahkan sebelum semua orang yang sudah ditetapkan ini dilahirkan.

Baca juga : Ciri Gereja Presbiterian Prostestan

3. Gereja Prebiterian Konservatif Menolak Alat Musik
Selanjutnya Anda harus mengetahui bila Gereja Prebiterian konservatif ini menolak adanya ibadah yang mempergunakan alat music. Padahal pada gereja pada umumnya akan mempergunakan alat music ini dalam beribadahan yang digelar. Walaupun begitu penolakan ini hanya terjadi pada Gereja Prebiterian yang masih konservatif.

4. Gereja Prebiterian Menolak Perempuan Menduduki Jabatan Gerejawi
Dalam Gereja Prebiterian ini, para perempuan akan ditolak dalam berbagai jabatan gerejawi yang ada. Berbagai jabatan ini seperti jabatan penatua termasuk didalamnya pendeta dan juga jabatan diaken.

5. Penatua Memegang Kekuasan Paling Tinggi dalam Gereja Prebiterian
Anda harus ketahui bila Gereja Prebiterian ini memiliki pemegang kekuasaan paling tinggi. Pemegang kekuasaan tersebut adalah Penatua yang dibagi dalam dua jenis yakni jenis yang pertama adalah penatua yang mengajar (pendeta) serta penatua pemimpin. Baik penatua yang mengajar dan memimpin di Gereja Prebiterian ini bekerjasama dan berposisi sebagai majelis gereja dalam menjalan misi gereja sekaligus memelihara jemaat dan menekankan disiplin yang ada.

Baca juga : Tiga Tempat Resmi Diakui Gereja Katolik Penampakan Bunda Maria

6. Pendidikan Sangat Diutamakan di Gereja Prebiterian
Pendidikan di Gereja Prebiterian ini sangatlah diutamakan serta kegiatan penyelidikan terhadap alkitab secara terus menerus, tulisan teologis yang terus dikembangkan sampai pada kegiatan penafsiran kembali doktrin gereja. Dalam Gereja Prebiterian ini juga memercayai bila iman harus direalisasikan dalam perbuatan serta dalam kata-kata pula. Termasuk didalamnya ini ada keramahan, keramah-tamahan sampai perjuangan dalam menegakan keadilan serta pembaruan yang ada yang tidak lepas tentunya dengan pemberitaan Injil.

4 Poin Penting Program Pengembangan Gereja Prebiterian Prostestan

4 Poin Penting Program Pengembangan Gereja Prebiterian Prostestan

4 Poin Penting Program Pengembangan Gereja Prebiterian Prostestan – Sejauh ini keberadaan Gereja hanya dijadikan tempat ibadah semata. Akan tetapi semenjak kemunculan Gereja Presbiterian Prostestan pastinya ada beberapa poin yang merubah stigma tentang Gereja. Bagi umat Katolik dan Kristen memiliki pandangan berbeda mengenai Gereja. Akan tetapi tujuan mereka masih sama yakni menebar kebaikan dan selalu patuh dengan ajaran Tuhan.

Karena itulah alasan pembentukan Gereja Presbiterian Prostestan ini sudah bisa kita cermati kembali. Sebab ada beberapa poin penting yang kemudian diadopsi sebagai modal dasar pengembangan Gereja dalam melayani seluruh umat di dunia.

Poin Penting Program Pengembangan Gereja Presbiterian Prostestan
Secara keseluruhan ada beberapa poin utama yang membuat Gereja Presbiterian Prostestan ini banyak menarik perhatian terutama di daerah Amerika Serikat. Hanya saja persebaran Gereja Presbiterian ini tidak terlalu masif, sehingga ada beberapa daerah yang belum mengenal tujuan dan seperti apa programnya.

Setiap Gereja memiliki program ataupun tujuan masing-masing yang semuanya memberi manfaat kepada umatnya. Presbiterian Prostestan sudah memiliki pilar penting yakni kesaksian, pelayanan, pertumbuhan, dan pengembangan. Dari empat poin penting tersebut akan ada beberapa unsur yang membuahkan hasil baik dalam pengembangan Gereja di era modern seperti sekarang.

– Kesaksian
Poin utama yang berupa kesaksian menjadi modal paling tepat untuk bisa membuahkan rencana untuk menyebarkan berita baik. Dari kesaksian umat tersebut bisa kita simpulkan ada banyak opsi-opsi penting yang nantinya membuahkan banyak penguatan iman.

Rata-rata kesaksian dari setiap umat terhadap kejadian penting di dalam hidupnya akan mengacu pada beberapa poin. Sehingga dari awal sampai munculnya kesaksian tersebut akan memberi rasa yakin bahwa Gereja sudah bekerja sesuai dengan tujuannya.

– Pelayanan
Hal penting lain yang juga ada di dalam Gereja Prebiterian Prostestan bisa dilihat dari bentuk pelayanannya. Seperti kita ketahui sekarang bahwa ada beberapa porsi kehidupan yang kemudian diterapkan pada pelayanan Gereja ke semua umatnya. Dari sinilah umat Gereja Prebiterian Prostestan akan selalu membuahkan banyak pengalaman terbaik dalam memberi pelayanan ke sesama umat Katolik ataupun Kristiani dan semua umat manusia. Ini seperti saat anda bermain judi slot online, maka anda dan semua orang yang bermain akan di berikan pelayanan yang terbaik oleh pihak situs online yang menyediakan permainan game online tersebut.

– Pertumbuhan
Poin penting dalam pertumbuhan di Gereja Presbiterian Prostestan juga menghadirkan banyak sarana terbaik untuk aspek pertumbuhan. Karena itulah ada beberapa opsi paling tepat untuk bisa mendatangkan pengalaman dalam menambah pertumbuhan iman setiap umat. Pengikut Gereja Presbiterian Prostestan selalu membuahkan banyak pengalaman dalam memaksimalkan aspek Gereja di setiap pertumbuhan iman.

Karena itulah ada sejumlah program dari pihak Gereja yang juga mendatangkan jalan-jalan terbaik untuk memaksimalkan semua kebutuhan iman setiap umat Kristen Prostestan.

– Pengembangan
Komponen utama di setiap pengembangan Gereja Presbiterian Prostestan bisa kita lihat dari tahun ke tahun. Beragam program khusus untuk semua umat Gereja Presbiterian Prostestan sudah bisa kita telaah kembali, sehingga ada beberapa opsi lain yang kemudian bisa dihadirkan sebagai modal utama pengembangan iman ataupun menambah potensi setiap umatnya.

Ada sejumlah opsi utama yang membuahkan hasil baik ketika Gereja Presbiterian Prostestan mengusung banyak program. Dari setiap pengembangan di dalam pelayanan Gereja akan dikembangkan beberapa opsi yang kemudian bisa disajikan kepada semua umat. Sampai akhirnya program dan tujuan utama dari pengembangan Gereja Presbiterian Prostestan sanggup memberi sarana-sarana terbaik yang kemudian bisa terus dijadikan modal paling tepat untuk menambah aspek iman di semua umat Prostestan. Ke depannya akan ada beberapa opsi terbaik yang disajikan sebagai landasan utama pengembangan iman umat Gereja Presbiterian Prostestan.

Ciri Gereja Presbiterian Prostestan

Ciri Gereja Presbiterian Prostestan

Ciri Gereja Presbiterian Prostestan – Daftar gereja di seluruh dunia pastinya memiliki fungsi dan susunan komite di dalamnya. Semenjak akses dari Gereja Presbiterian Prostestan mulai mencuat beberapa tahun terakhir, kini sudah ada banyak bentuk karya yang dihadirkan kepada seluruh jemaat. Gereja Presbiterian ini menjadi salah satu lingkungan Gereja Protestan yang sudah berkembang sejak abad ke 16 di daerah Eropa Barat.

Perkembangan Gereja Presbiterian terbilang cukup cepat, bahkan selalu mengikuti banyak ajaran yang mengutamakan kebaikan dan mensejahterakan semua umat manusia. Meskipun pusat perkembangan Gereja Presbiterian Protestan sudah mencakup negara besar seperti Amerika Serikat dan Korea Selatan beserta Filipina, namun masih ada beberapa negara yang belum mengetahui seperti apa cirinya.

Ciri Gereja Presbiterian Protestan

Rata-rata Gereja Protestan masih memiliki kesamaan dengan Gereja Presbiterian. Hanya saja tradisi utama Protestanisme di Bel anda dan beberapa Gereja Hervomd masih belum banyak diketahui. Sampai akhirnya Presbiterian ini muncul di beberapa negara. Lalu seperti apa ciri dari Gereja Presbiterian ini?

– Ajaran dan Organisasinya

Aspek paling nyata yang menjadi pembeda antara gereja Presbiterian dengan gereja Kristen lainnya adalan ajaran dan organisasi di dalamnya. Presbiterian pada masa kini tidak terallu banyak dikenali terutama pada aspek baptisan anak, penggunaan Mazmur, ataupun nyanyiannya. Dan masih ada lagi doktrin predestinasi yang menghadirkan ajaran keselamatan.

Memang paling menonjol dari gereja Presbiterian ini mengacu pada perkembangan ajaran dan organisasinya. Sehingga ada poin-poin utama yang kemudian selalu dihadirkan sebagai modal paling tepat yang saat ini terus dicermati sebagai satu perkembangan yang ada di dalam Presbiterian.

– Tidak Adanya Alat Musik

Berbeda dari perjamuan kudus di dalam gereja Katolik ataupun Kristen yang mana terdapat peralatan musik sebagai pengiringnya. Akan tetapi, dalam ibadah gereja Presbiterian sangat berbeda, sehingga tidak ada ketersediaan alat musik di dalam ibadahnya. Sehingga hanya mengandalkan suara dan sama sekali tidak mendapat iringan musik.

Ketersediaan alat musik sebagai pengiring lagu rohani di setiap kegiatan ibadah memang jadi acuan utama dalam proses ibadah umat Katolik dan Kristen. Hanya saja gereja Presbiterian sama sekali tak ingin mengandalkan peralatan musik yang justru dianggap kurang tepat.

– Tidak Ada Penahbisan Perempuan

Beberapa jabatan penting seperti diaken dan penatua di dalam gereja Prediterian ini tidak ada yang memiliki status perempuan. Maka dari itu dari dokterin predestinasi ganda dan beberapa poin utama untuk menghindari penahbisan jabatan diaken, penetua sampai pendeta dengan status perempuan.

Belum banyak yang mengetahui apa alasan dari tidak adanya penahbisan perempuan di dalam gereja Prebiterian tersebut. Hanya saja dari segi efektifnya memang bisa dijadikan acuan untuk bisa menghadirkan sarana-sarana lebih sederhana dan simple bagi umat Prebiterian.

– Selalu Menekankan Doktrin Predestasi Ganda

Masih ada faktor pembeda antara gereja Prebiterian dan gereja pada umumnya yakni penekanan doktrin Predestasi ganda yang mana hanya menggunakan satu cawan yang sama dalam perjamuan kudusnya. Banyak gereja merasa kurang tepat bila hanya menggunakan satu cawan saja, akan tetapi gereja Predesterian Protestan ini selalu membuahkan konstruksi perjamuan berbeda.

Sampai detik ini ada banyak sarana-sarana penting yang membuahkan manfaat bagi umat Gereja Prebiterian Protestan. Bahkan dalam perkembangannya terlihat ada segudang manfaat penting dalam mencermati seperti apa peluang untuk memaksimalkan semua kegiatan ibadah. Di dalam gereja Presbiterian Protestan juga memiliki susunan struktur organisasi yang semuanya bisa menghadirkan banyak keunggulan dan fungsi lebih luas.

Sejarah Singkat Gereja Prebiterian Protestan dan Seperti Apa Teologinya

Sejarah Singkat Gereja Prebiterian Protestan dan Seperti Apa Teologinya – Secara menyeluruh dafar gereja di seluruh dunia memiliki teologi menurut sejarah dan perkembangannya di masa lalu. Kini gereja Presbiterian Protestan selalu mengutamakan banyak hal. Bahkan belum banyak orang mengetahui seperti apa kisah sejarah singkatnya. Meskipun jumlah Gereja Presbiterian Protestan ini cukup banyak di negara-negara maju seperti Korea Selatan dan Amerika Serikat, akan tetapi belum banyak yang mengerti seperti apa sejarah singkatnya.

Sebuah gereja kemungkinan besar memiliki sarana-sarana untuk mengembangkan ajaran dan juga mengedepankan misi untuk menjaga keharmonisan dan meneyebarkan ajaran baik kepada semua orang. Karena itulah Gereja Presbiterian ini mengedepankan banyak aspek, sampai akhirnya Anda bisa tahu bagaimana sistem paling tepat untuk menggambarkan ajaran di dalam Gereja Presbiterian.

Sejarah Singkat dan Teologi Gereja Presbiterian

Mengenai sejarah singat gereja Presbiterian kini sudah bisa kita telah lebih dalam. Hanya saja ada beberapa komponen berbeda yang kemudian bisa langsung dicermati kembali. Sampai akhirnya ada beberapa teori sekaligus sejarah untuk bisa dikembangkan sebagai modal untuk mengamati seperti apa sejarah singkat gereja Presbiterian ini.

– Sejarah Singkat Gereja Presbiterian

Meskipun masih minim sumber yang memberi akses sejarah di dalam perkembangan Gereja Presbiterian Protestan ini, akan tetapi dari penyebarannya sudah sampai ke berbagai negara. Awal mula pembentukan Gereja Presbiterian ini dimulai pada tahun 1983 yang mana dibentuk berdasarkan penggabungan gereja sebelumnya yakni Presbiterian Church in the United States.

Lalu ada beberapa cabang baru yang kemudian menghadirkan berbagai macam ajaran di dalamnya. Akan tetapi dari perluasan gereja Presbiterian ini menghadirkan banyak sarana yang kemudian bisa terus dikembangkan sebagai modal paling tepat untuk menyebarkan ajaran baik. Jadi dari setiap pemain yang berada di Amerika Serikat, ada kurang lebih 2.4 juta anggota situs judi online yang menyebarkan ajarannya, 11.100 anggota taruhan bola di gereja dan 14.000 pendeta yang sudah mendapat status tahbisan.

– Dasar Teologi Gereja Presbiterian

Mungkin Anda merasa penasaran seperti apa dasar teologi dari Gereja Presbiterian ini. Karena memang belum banyak sumber yang mengatakan secara detail seperti apa sumber teologi yang dianut. Namun, ada beberapa sumber mengatakan bahwa gereja Presbiterian ini menggunakan teologi dasar dari Calvin, sehingga ada beberapa akses ajaran berbeda yang kemudian menjadi contoh gereja lainnya.

Seperti contoh pada ajaran otoritas Sola Criptura ataupun menggunakan dasar Alkitab saja, sehingga sangat berbeda dari ajaran Katolik yang menggunakan tiga pilar kebenaran yakni Alkitab, Tradisi Suci, dan Magisterium.

Sejarah Singkat Gereja Prebiterian Protestan dan Seperti Apa Teologinya

Sedangkan untuk konsep keselamatan di dalam Gereja Presbiterian ini juga memberi stigma berbeda. Teologi yang dihadirkan adalah doble predestination yang berarti Tuhan sudah memilih sebagian orang masuk surga dan sabgian besar lainnya masuk neraka. Gereja Katolik mengajarkan Predestination yang mana Tuhan menjamin semua manusia masuk surga, akan tetapi sebagian manusia tidak mau bekerjasama dengan rahmat Allah, sehingga mereka kehilangan keselamatannya.

Masih ada ajaran sekali selamat tetap selamat yang mana Gereja Presbiterian Protestan ini sering menggunakannya sebagai sumber teologi yang benar-benar bisa diaplikasikan di kehidupan sehari-hari. Ditambah lagi Gereja Presbiterian tidak percaya akan tujuh sakramen yang mana sudah dipercaya oleh Gereja Katolik.

Berdasarkan kisah sejarah singkat dan beberapa teologi yang digunakan dalam gereja Presbiterian di atas bisa kita telah lebih lanjut bahwa ada banyak otoritas yang selama ini belum banyak diketahui. Maka dari itu kita bisa simak bahwa ada ragam porsi berbeda dari setiap ajaran yang kemudian bisa terus dijadikan model pembelajaran lebih luas dari sebuah gereja.

Membuat Perubahan dengan Koalisi Presbyterian

Membuat Perubahan dengan Koalisi Presbyterian

Membuat Perubahan dengan Koalisi Presbyterian – Penyebaran agama Kristen cukup cepat di masa lalu. Namun dalam ajaran agama Kristen sendiri, ada beberapa denominasi yang biasanya berbeda dalam beberapa ajaran mereka. Biasanya perbedaan dalam ajaran dan cara beribadah. Misalnya, suka ajaran Presbyterian. Salah satu ajaran Presbiterian yang dikenal adalah doktrin penentuan takdir.

Ajaran ini percaya bahwa Tuhan telah menentukan manusia yang akan masuk surga dan manusia yang akan masuk neraka. Tentu saja ajaran ini berbeda dengan agama Kristen yang percaya bahwa semua manusia memiliki keselamatan. Namun seiring dengan perkembangan saat ini, perubahan juga telah dilakukan oleh koalisi Presbyterian.

Gereja Presbiterian dalam Perkembangan Hari Ini

Memasuki zaman modern, Gereja Presbiterian sendiri telah memperbarui doktrin yang satu ini. Perubahan hanya dilakukan agar gereja mampu menghadapi tantangan saat ini. Pembaruan terus dilakukan terus menerus sehingga gereja dapat menyesuaikan. Pembaruan dilakukan dengan latar belakang moto reformasi, yaitu e. Gereja yang direformasi adalah gereja yang (harus) terus diperbarui.

Membuat Perubahan dengan Koalisi Presbyterian

Untuk otoritas tertinggi Gereja Presbyterian, gereja ini terletak dalam dua kelompok, yaitu para penatua pengajar (pastor) dan para penatua ketua. Kedua kelompok penatua adalah majelis gereja yang bertanggung jawab dan menegakkan disiplin, memelihara jemaat, dan menjalankan misi gereja.

Melalui Gereja Presbiterian, perubahan terjadi. Tentu saja perubahan ini dapat diwujudkan dengan memberikan ajaran agama yang kuat kepada jemaat. Selanjutnya, sidang-sidang ini berlanjut dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari untuk membawa perubahan bagi dunia. Gereja Presbiterian sendiri tentu memiliki visi dan misi.

Sebagai salah satu bentuk organisasi, gereja harus memiliki visi dan misi untuk menjadi jelas ke mana ia akan pergi. Setiap Gereja Presbiterian dapat memiliki visi dan misi yang berbeda. Tetapi tujuan utama tentu saja jelas untuk menumbuhkan iman setiap gereja. Semua itu diwujudkan melalui misi ibadah dan juga pelayanan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Demikian penjelasan dari basis Gereja Presbiterian saat ini.

Share via
Copy link
Powered by Social Snap