Ulama Aceh Buat Fatwa Soal Judi Online, Ini Bunyinya
  • Save

Tren permainan judi online tampaknya masih belum bisa terselesaikan secara tuntas di Indonesia. Meski pemerintah telah melakukan pemblokiran terhadap sejumlah situs yang diduga situs judi online, masyarakat masih tak menghiraukan hal tersebut dan berupaya mencari celah agar tetap bisa bermain. Berita terbaru, ulama Aceh turun tangan menangani hal ini dengan membuat fatwa soal judi online.

– MPU Aceh Mengeluarkan Fatwa Haram Bermain Judi Online Pada Tahun 2016
Majelis Persmusyawaratan Ulama Aceh dilaporkan telah secara resmi mengumukan Fatwa terkait judi online yang tercantum pada Fatwa MPU Aceh Nomor 1 tahun 2016. Fatwa ini resmi dibubuhi tanda tangan Plt Ketua MPU Aceh, Alm Prof Dr Tgk H Muslim Ibrahim bersama dengan Tgk H Faisal Ali selaku wakil ketua organisasi tersebut. Hal ini sebagai bentuk kepedulian MPU Aceh terhadap semakin merebaknya game online.

Akhir-akhir ini, beberapa permainan domino online kembali ramai dimainkan oleh pemain dengan berbagai usia. Pemainan itu tidak jarang mewajibkan pemain untuk memiliki “koin emas” yang harus dibeli dengan merogoh kocek pribadi. Miris untuk mengetahui hal ini, MPU Aceh kembali mengingatkan masyarakat Aceh untuk tidak bermain judi online.

  • Save

– Isi Fatwa Haram Bermain Judi Online oleh MPU Aceh

Fatwa haram bermain judi online yang dirilis oleh MPU Aceh terdiri dari tiga ayat. Ayat pertama menyatakan bahwa judi online merupakan sebuah permainan pasang taruhan. Taruhan ini bisa berbentuk uang atau yang lainnya dan dilakukan secara online lewat internet atau alternatif lain seperti media sosial. Ayat kedua menyatakan bahwa permainan judi yang dimainkan secara online ini haram, hingga rakyat tidak diperkenankan memainkannya.
Fatwa haram bermain judi online ditutup dengan ayat ketiga yang menyatakan bahwa baik pemerintah maupun masyarakat memiliki kewajiban untuk memberantas perjudian dalam segala bentuknya. Dari ketiga ayat yang tercatat di fatwa tersebut, jelas bahwa judi adalah tindakan haram, dan baik pemerintah maupun masyarakat harus berperan aktif dalam mengatasi tren judi online dan dampak yang ditimbulkan.

Baca juga : 5 Fakta Seputar Gereja Presbiterian Protestan yang Harus Diketahui

– Tausiah MPU Aceh Disisipkan

Sebelum menutup fatwa tersebut, MPU Aaceh menyisipkan lima tausiah bagi umat Islam di Aceh. Tausiah pertama yaitu pemerintah diharapkan agar mengadakan sosialisasi lebih sering apa saja bentuk dan efek negatif dari bermain judi online. Tausiah kedua yaitu pemerintah disarankan agar bisa menambah sistem pengawasan yang ditujukan pada masyarakat tentang penggunaan internet.

Tausiah ketiga menyampaikan bahwa pemerintah harus memberi sanksi tegas pada pihak terlibat judi online. Tausiah keempat yaitu pemerintah diharapkan segera blokir seluruh situs yang berhubungan dengan pornografi dan situs judi online. Tausiah kelima yang menjadi penutup mengajak masyarakat untuk dapat ambil peran dengan cara ikut memberikan pengawasan juga segera melaporkan kegiatan yang berbau perjudian kepada pihak berwajib.

Dengan dikeluarkannya fatwa haram judi online, MPU Aceh berharap hal ini dapat membantu meningkatkan kesadaran para pemain aktif tentang bahayanya bermain judi online. Selain dilarang agama, bermain judi online memberikan dampak buruk, tidak hanya bagi diri sendiri tapi juga orang di sekitar.

Baca juga : Penampakan Yesus Paling Nyata dan Menggemparkan Dunia